ini berawal ketika Ayah ku
memutuskan untuk menikah lagi setelah 5 tahun menduda karena ibu kandungku
meninggal dalam kecelakaan mobil. Ayahku adalah seorang pengusaha sukses di
kota pahlawan Surabaya ini.
Namaku Joe. Aku adalah seorang pria
dengan tinggi 188 Cm dan berat 80 Kg. Aku memiliki tubuh yang padat berisi dan wajah
yang lumayan tampan sehingga membuat banyak para gadis tertarik padaku.
Sebenarnya cukup mudah bagi ayahku mencari pengganti ibuku. Tetapi karena
cintanya yang besar pada ibu, maka baru 5 tahun kemudian ayah mau menikah lagi.
Aku yang merasa kasihan pada ayahku
menyetujui keputusannya untuk menikah lagi dengan seorang janda beranak satu.
Wanita tersebut bernama Desy dan anaknya Julia. Ketika aku bertemu dengan calon
ibu tiriku aku sangat menyukainya sebab telah lama aku mendambakan sosok
seorang ibu yang aku temukan dalam sosok seorang Desi. Dan aku juga sudah lama
menginginkan seorang adik. Apalagi melihat calon adik iparku yang ceria dan
menggemaskan. Betapa bahagiannya hidupku nanti.
Setelah ayah menikah hidupku memang
bahagia bersama ibu dan tiriku. Aku yang pada waktu itu baru kelas 2 SMP senang
sekali bermain bersama adik tiriku Julia yang pada waktu masih duduk di kelas 4
SD.Tetapi kebahagiaan itu berubah ketika akhirnya ayah dan ibu tiriku bercerai
4 tahun kemudian yang disebabkan ayahku yang berselingkuh dengan sekretaris di
kantornya. Aku benar-benar nggak rela harus kehilangan seorang ibu kembali. Aku
selalu menyalahkan ayah sehingga ibu pergi membawa Julia adik tiriku.
Walau kini kami berada di tempat
yang berbeda aku di Surabaya sedangkan ibu tiriku di Malang. Setiap akhir bulan
aku pergi mejenguk ibu tiriku. Dan ibu tiriku sangat senang dengan
kedatanganku. Dia masih mau menerimaku di rumahnya.
Aku masih tidak bisa memaafkan
ayahku yang berselingkuh. Hal ini membuat aku menjadi pria yang Bengal di luar
rumah tetapi sopan di dalam rumah. Bahkan ketika aku lulus SMA dan akan masuk
perguruan tinggi di Bandung aku secara sembunyi-sembunyi menyewa sebuah vila
dan mengajak teman-temanku pesta Miras dan Sex. Sex memang bukan hal baru
bagiku. Sex pertamaku adalah dengan guru BP SMA-ku sebagai “Uang Suap” karena
dia mengetahui sifat bengalku. Aku sih tidak menyesal melakukan tersebut dengan
guruku. Disamping guru BP-ku cantik, juga karena aku ingin merasakan yang
namanya sering disebut orang sebagai sorga dunia. Bahkan selama aku sekolah di
SMA itu aku menjadi “teman tidur” guru BP-ku.
Memasuki masa kuliah, tingkah lakuku
semakin tidak terkendali. Sex dan miras sudah menjadi bagian hidupku. Apalagi
aku tinggal sendiri disebuah rumah kontrakan yang diberikan ayah kepadaku.
Dalam satu semester aku memiliki memiliki 2 sampai 3 orang pacar resmi dan 4
sampai 5 orang “teman tidur”. Dan setiap malam selalu ada wanita yang menemani
aku di kontrakan untuk melayani nafsu sex-ku.
Pacar resmiku pun sudah aku nikmati
tubuhnya. Dan setiap semester aku berganti-ganti pasangan yang sudah pasti aku
nikmati tubuh mereka di atas ranjang. Aku melakukan hal ini karena aku mencari
seorang wanita yang memang tulus mencintai aku. Sedangkan selama ini mereka
mereka bilang cinta padaku padahal mereka hanya inginkan uangku karena memang
selama kuliah bisa dibilang uangku tidak terbatas. Keadaan ini membuat
teman-teman menjuluki aku sebagai Don Juan anak tehnik.
Setelah lulus kuliah aku diterima
bekerja di suatu perusahaan kontraktor terkenal di Surabaya. Walau aku kembali
ke Surabaya aku tidak mau tinggal bersama ayah. Aku memutuskan untuk membeli
apartemen. Dengan uang sisa kuliahku dan sedikit bantuan dana dari ayahku.
Bukan rasa kecewa terhadap ayah yang menyebabkan aku tidak mau tinggal dengan
dia tetapi aku ingin mandiri. Aku telah memaafkan ayahku dan ayah pun
menyetujui keinginanku untuk mandiri.
Sejak bekerja aku tidak lagi
mengkonsumsi miras berlebih seperti waktu kuliah, tetapi petualangan sex-ku
terus berlanjut. Sudah banyak wanita yang menjadi korbanku. Terutama mereka
yang sering clubbing di diskotik-diskotik besar. Kenikmatan demi kenikmatan aku
rasakan tetapi semua itu semu karena aku tidask mendapatkan cinta didalamnya.
Suatu hari sekitar jam 2 siang,
telepon apartemenku berdering. Dan ketika kuangkat ternyata ibu tiriku yang
menelepon. Oh, bagaimana aku bisa lupa dengan ibu tiriku ini, selam ini aku
jarang dan bahkan tidak pernah lagi menelepon beliau. Padahal beliau adalah
orang yang bisa menjadi tempat aku curhat.
Ibu tiriku menelepon untuk meminta
ijin agar anaknya Julia bisa tinggal di rumahku, karena Julia diterima di
jurusan kedokteran di PTN yang terkenal di Surabaya. Aku merasa bahagia karena
bisa bertemu dengan adik tiriku yang lucu dan menggemaskan. Aku langsung
menerima permintaan ibu dengan senang hati karena aku jadi ada teman di
apartemen selain itu juga aprtemenku (Orang barat bilang sih penthouse) yang
memiliki tiga kamar tidak terasa kosong. Apartemenku memiliki 1 kamar utama, 1
kamar tamu dan 1 kamar berukuran kecil yang menjadi tempat tidurku.
Satu minggu kemudian bel apartemenku
berbunyi. Aku tau itu pasti Julia, Karena ibu bilang bahwa Julia akan datang
satu minggu lagi, Aku membayangkan Julia yang lucu dan menggemaskan yang
menjadi teman bermain waktu kecil.Aku buka pintu dan terkejut. Dihadapanku
berdiri seorang wanita cantik bertubuh lanngsing, putih mulus, dengan payudara
yang agak menyembul (padahal baju yang dipakai sudah agak longgar), dengan
rambut pendek yang memperlihatkan lehernya yang indah. Benar-benar menggugah
birahi setiap pria.
“Hai mas Joe. Apa kabar?” sapanya
tidak menghilangkan sikap kekanak-kanakannya.
“Julia.. Kamu Julia?” Tanya ku heran.
Dia hanyu menganggukan kepala. “Wah….. terakhir lihat kamu masih kecil dan suka nangis. Sekarang sudah jadi bidadari” pujiku kepadanya
“Ah… Mas Joe bisa aja”
Aku persilahkan dia masuk ke apartemen, dia terkagum-kagum akan suasana aprtemenku yang memang mewah menunjukan bahwa pemilik apartemen adalah seorang pria jantan.
“Wah….. Apartemennya bagus banget”
“Ah… gubuk seperti ini kok dibilang bagus” jawabku merendah dengan menyebut apartemenku sebagai gubuk.
“Julia.. Kamu Julia?” Tanya ku heran.
Dia hanyu menganggukan kepala. “Wah….. terakhir lihat kamu masih kecil dan suka nangis. Sekarang sudah jadi bidadari” pujiku kepadanya
“Ah… Mas Joe bisa aja”
Aku persilahkan dia masuk ke apartemen, dia terkagum-kagum akan suasana aprtemenku yang memang mewah menunjukan bahwa pemilik apartemen adalah seorang pria jantan.
“Wah….. Apartemennya bagus banget”
“Ah… gubuk seperti ini kok dibilang bagus” jawabku merendah dengan menyebut apartemenku sebagai gubuk.
Kemudian aku tunjukan kamarnya yang
berada di kamar utama. Dia sedikit malu ketika mengetahui bahwa kamar yang akan
ditempatinya lebih besar dari kamarku. Dia minta tukar kamar tetapi aku
menolak. Kemudian Julia berjalan kearah kamar mandi yang memang jadi satu
dengan kamar utama tersebut. Cukup lama Julia di dalam kamar mandi itu dan
setelah keluar dia tersenyum sambil menyembunyikan sesuatu dibelakang
punggungnya,
“Hehehe……. Ternyata mas Joe nakal
juga ya” kata Julia tiba-tiba
“Apa maksudmu?”
“Udah deh nggak usah pura-pura nggak ngerti”
“Aku benar-benar nggak ngerti”
“Kalau begitu ini punya siapa ?” jawab Julia sambil mengeluarkan benda yang dia sembunyikan di balik punggungnya.
“Apa maksudmu?”
“Udah deh nggak usah pura-pura nggak ngerti”
“Aku benar-benar nggak ngerti”
“Kalau begitu ini punya siapa ?” jawab Julia sambil mengeluarkan benda yang dia sembunyikan di balik punggungnya.
Bagai tersambar petir 100 kali aku
melihat benda yang dibawa Julia. Sebuah celana dalam dan BH hitam berenda.
“Mampus aku. Aku kok bisa lupa balikin benda itu ke Cindy” kataku dalam hati.
Cindy adalah salah satu staff personalia di kantorku. Dia yang biasa disebut
orang hypersex. Kalau bercinta dengan dia nggan bisa Cuma 2 kali orgasme. Harus
minimal 5 kali orgasme.
“Eeengg…..Eengg…. Itu punya teman aku. Lupa belum aku kembalikan. Soalnya 2 hari yang lalu ada meeting dadakan disini sampai malam. Jadi dia numpang tidur disini” Jawabku berbohong.
“Numpang tidur atau numpang ditiduri. Nggak usah bohong deh. Julia maklum kok. Mas Joe-kan udah dewasa emang sudah waktunya kok ngelakuin hal-hal begitu” Jawab Julia.
Dan hari itu kami habiskan dengan ngobrol melmpiaskan rasa kangen kami berdua. Saat itu aku baru mengenal Julia yang baru yang berbeda dengan Julia yang dulu. Julia yang sekarang tidak jauh berbeda dari aku. Dia juga adalah seorang petualang sex. Dia sering hunting cowok di club-club atau vila dekat kota malang. Dia menceritakan bahwa keprawanannya direnggut oleh pacarnya waktu SMP. Tapi lama kelamaan dia jadi ketagihan ngesex.
“Eeengg…..Eengg…. Itu punya teman aku. Lupa belum aku kembalikan. Soalnya 2 hari yang lalu ada meeting dadakan disini sampai malam. Jadi dia numpang tidur disini” Jawabku berbohong.
“Numpang tidur atau numpang ditiduri. Nggak usah bohong deh. Julia maklum kok. Mas Joe-kan udah dewasa emang sudah waktunya kok ngelakuin hal-hal begitu” Jawab Julia.
Dan hari itu kami habiskan dengan ngobrol melmpiaskan rasa kangen kami berdua. Saat itu aku baru mengenal Julia yang baru yang berbeda dengan Julia yang dulu. Julia yang sekarang tidak jauh berbeda dari aku. Dia juga adalah seorang petualang sex. Dia sering hunting cowok di club-club atau vila dekat kota malang. Dia menceritakan bahwa keprawanannya direnggut oleh pacarnya waktu SMP. Tapi lama kelamaan dia jadi ketagihan ngesex.
“Emang mama tau kelakuanmu?” tanyaku
heran
“Ya ennggak lah. Bisa dibunuh aku kalau mama tau”
“Terus kamu nggak takut hamil?”
“Halooo. Jaman sekarang gitu loh. Masa takut hamil. Aku sering minum pil anti hamil” jawabnya
“Ya ennggak lah. Bisa dibunuh aku kalau mama tau”
“Terus kamu nggak takut hamil?”
“Halooo. Jaman sekarang gitu loh. Masa takut hamil. Aku sering minum pil anti hamil” jawabnya
Sejak saat itu kami berdua hidup
dengan bebas dan hanya ada satu aturan bahwa Julia tidak boleh mengganggu
privasi –ku dan begitu juga sebaliknya. Kami sering membawa pasangan kami ke
apartemen untuk memuaskan nafsu kami. Bahkan belum satu bulan Julia kuliah dia
sudah bisa gaet kakak kelasnya ke atas ranjang. Emang hebat adik tiriku ini.
Tetapi lama-kelamaan ada perasaan lain dihatiku. Perasaan sayang dan takut kehilangan dia. Aku mengakui kalau aku telah jatuh cinta kepadanya. Setiap kali cowoknya datang dan bercumbu dengan dia, ada perasaan cemburu dihatiku.
Tetapi lama-kelamaan ada perasaan lain dihatiku. Perasaan sayang dan takut kehilangan dia. Aku mengakui kalau aku telah jatuh cinta kepadanya. Setiap kali cowoknya datang dan bercumbu dengan dia, ada perasaan cemburu dihatiku.
Sekitar satu setengah tahun
kemudian, ketika itu hujan telah sering mengguyur kota Surabaya, Julia pulang
dari kampus dengan raut wajah yang aneh. Julia yang biasanya ceria sekarang
terlihat sedih. Julia langsung masuk kedalam kamar. Sebagai kakak aku ingin tau
apa yang terjadi pada adik tiriku ini langsung mengetuk pintu kamar Julia.
Setelah sekian lama mengetuk pintu dan tidak ada respon, aku akhirnya
memaksakan diri masuk kedalam kamar.
Aku melihat Julia yang sedang duduk
termenung dengan kedua kakinya dilipat sehingga siku kakinya menempel pada
dagunya dan beberapa butir air mata jatuh menelusuri pipinya. Aku mendekati
Julia dan memeluknya dengan penuh kasih sayang serta bertanya apa yang terjadi
pada dirinya.
Julia menceritakan kepadaku semua
maslahnya yang ternyata bahwa dia baru saja diputusin sama cowoknya. Dia sedih
karena ini pertama kalinya dia diputusin sama cowok. Biasanya dialah yang
memutuskan hubungan dengan cowok-cowoknya.
Sebagai seorang kakak aku mencoba untuk menghiburnya. Tetapi bukannya rasa terima kasih yang aku dpat malah dia semakin marah kepadaku.
Sebagai seorang kakak aku mencoba untuk menghiburnya. Tetapi bukannya rasa terima kasih yang aku dpat malah dia semakin marah kepadaku.
“Mas Joe sih gampang ngomong seperti
itu. Mas Joe kan nggak ngerasain apa yang Julia rasakan” Bentak Julia
“Siapa bilang aku nggak bisa ngerasain kesusahanmu. Kamu tau nggak kenapa hampir seminggu ini mas nggak bawa cewek mas ke sini? Mas udah nggak punya cewek lagi. Cewek mas semuanya juga ninggalin mas. Mereka enak setelah mendapatkan sedikit harta dari mas, langsung ditinggal kawin sama laki lain” Jawabku nggak mau kalah.
“Siapa bilang aku nggak bisa ngerasain kesusahanmu. Kamu tau nggak kenapa hampir seminggu ini mas nggak bawa cewek mas ke sini? Mas udah nggak punya cewek lagi. Cewek mas semuanya juga ninggalin mas. Mereka enak setelah mendapatkan sedikit harta dari mas, langsung ditinggal kawin sama laki lain” Jawabku nggak mau kalah.
Sejenak kami berdua terdiam
merenungkan apa yang terjadi pada hidup kami. Yah, mungkin ini adalah karma
bagi kami yang sering seenaknya sendiri ganti-ganti pasangan tanpa memikirkan
perasaan pasangan kami. Tetapi tidak lama kemudian kami saling pandang dan
tertawa bersamaan.
“Kok bisa ya kita bisa senasib seperti ini?” Tanya Julia
“Iya, ya. Mungkin kita emang udah jodoh. Senang sama-sama, susah juga sama-sama. Eh, gimana kalau kita cari makan aja diluar. Dari pada kita disini bete mikirin pacar kita yang kurang ajar”
“Wah boleh juga tuh. Tapi mas Joe yang traktir ya”
“Oke”
“Kok bisa ya kita bisa senasib seperti ini?” Tanya Julia
“Iya, ya. Mungkin kita emang udah jodoh. Senang sama-sama, susah juga sama-sama. Eh, gimana kalau kita cari makan aja diluar. Dari pada kita disini bete mikirin pacar kita yang kurang ajar”
“Wah boleh juga tuh. Tapi mas Joe yang traktir ya”
“Oke”
Akhirnya kami keluar apartemen untuk
mencari makanan disekitar jalan MayJend yang memang banyak terdapat penjual
makanan yang murah tapi enak. Setelah makan kami kembali ke apartemen dengan
sebuah wine yang telah kami beli sebelumnya di restortan tempat kami makan.
Sesampainya di apartemen aku
langsung membuka wine dan duduk di ruang tengah bersama Julia. Kami minum Wine
itu sambil melihat acara Discovery Channel yang menayangkan beberapa macam
binatang di Afrika dan mengobrol. Tak terasa bahwa kami telah menghabiskan 1
botol wine berdua. Arah pembicaraan kami pun semakin kacau. Setiap
pembicaraanku yang mengarah ke masalah sex selalu ditanggapinya. Perasaan
hangat menjalar di sekujur tubuh kami. Sentuhan-sentuhan kulit kami terasa
sensitive sekali. Setiap dia menepuk pundakku dikala aku membuat suatu joke,
menjadi terasa membangkitkan nafsu birahiku. Kami duduk semakin rapat hingga
aku dapat memeluk tubuhnya. Dan entah siapa yang mulai kami telah ada dalam
suatu percumbuan yang panas. Julia mencium bibirku dengan lindahnya dia masukan
ke dalam mulutku. Aku yang mendapat serangan seperti itu segera merespon
ciumannya sambil tanganku mulai bergerilya di sekwilda (Sekitar wilayah
dada)-nya.
“Julia kita pindah ke kamar yuk”
ajakku sambil mengulurkan tangan untuk membantu Julia bangkit.
Julia hanya mengangguk sambil mengulurkan tangan sebagai pertanda dia menyetujui ajakanku.
Sesampainya di dalam kamar, aku membaringkan tubuh Julia di tempat tidur. Aku mulai mencium bibir tipisnya dengan lembut. Tangan ku tidak tinggal diam. Tanganku mulai meremas payudaranya yang masih tertutup T-shirt ketatnya. “Mmmhhhh……” desah Julia didalam mulutku. Aku mulai melepas T-shirt ketatnya berserta BH-nya. Payudara Julia aku remas lembut. Kulitnya yang halus dan payudaranya yang 36 B semakin membakar birahiku. Aku semakin tidak kuat menahan nafsuku lagi. Akhirnya aku buka seluruh pakaiannya dan melepas pakaianku sendiri.
Julia hanya mengangguk sambil mengulurkan tangan sebagai pertanda dia menyetujui ajakanku.
Sesampainya di dalam kamar, aku membaringkan tubuh Julia di tempat tidur. Aku mulai mencium bibir tipisnya dengan lembut. Tangan ku tidak tinggal diam. Tanganku mulai meremas payudaranya yang masih tertutup T-shirt ketatnya. “Mmmhhhh……” desah Julia didalam mulutku. Aku mulai melepas T-shirt ketatnya berserta BH-nya. Payudara Julia aku remas lembut. Kulitnya yang halus dan payudaranya yang 36 B semakin membakar birahiku. Aku semakin tidak kuat menahan nafsuku lagi. Akhirnya aku buka seluruh pakaiannya dan melepas pakaianku sendiri.
Sesaat aku tertegun melihat tubuh
Julia yang telanjang didepanku. Ini pertama kalinya aku melihat tubuh Julia
dalam kondisi telanjang total. Terhampar dihadapanku Tubuh Julia yang
putih-mulus dan seksi yang dihiasi oleh payudara 36 B dengan puting yang
mungil. Sedangkan kemaluan Julia yang gundul tampak menonjol dibagian bawah
perutnya.
“Tubuhmu benar-benar indah Julia”
pujiku kepada Julia.
Aku memulai kembali remasanku pada payudaranya sambil menciumi bibirnya, yang kemudian berpindah ke telinganya kemudian merambat turun ke lehernya dan tengkuknya. Tanganku di payudaranya pun tidak hanya meremas tetapi juga memilin –milin putting Julia. Aku mulai mencium payudara Julia, mengulum, menjilat putting Julia. Julai mengeliat dan langsung memeluk tubuhku. Gairahku semakin meningkat ketika melihat Julai tampak menikmati saat payudaranya aku permainkan. Tangan Julia tidak tinggal diam. Tanganya mengelus dan mengocok penisku dengan lembut.
“Aaahhh…. Enak banget Julia, terusin sayang” erangku merasakan kenikmatan.
Perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku hingga kini menghadap tepat di depan vagina gundulnya. Aku hanya meneguk ludah menyaksikan vagina Julia yang sangat merangsang. Ini adalah vagina terindah yang pernah kulihat” gumamku dalam hati. Tanganku mulai mengelus-elus bibir vaginanya. Julia semakin melebarkan kakinya sehingga vaginanya semakin terbuka lebar. Tanpa menunggu lama lagi akupun mulai memainkan dan menjilat vaginannya terutama dibagian daging menonjol di dalam vaginannya.
Aku memulai kembali remasanku pada payudaranya sambil menciumi bibirnya, yang kemudian berpindah ke telinganya kemudian merambat turun ke lehernya dan tengkuknya. Tanganku di payudaranya pun tidak hanya meremas tetapi juga memilin –milin putting Julia. Aku mulai mencium payudara Julia, mengulum, menjilat putting Julia. Julai mengeliat dan langsung memeluk tubuhku. Gairahku semakin meningkat ketika melihat Julai tampak menikmati saat payudaranya aku permainkan. Tangan Julia tidak tinggal diam. Tanganya mengelus dan mengocok penisku dengan lembut.
“Aaahhh…. Enak banget Julia, terusin sayang” erangku merasakan kenikmatan.
Perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku hingga kini menghadap tepat di depan vagina gundulnya. Aku hanya meneguk ludah menyaksikan vagina Julia yang sangat merangsang. Ini adalah vagina terindah yang pernah kulihat” gumamku dalam hati. Tanganku mulai mengelus-elus bibir vaginanya. Julia semakin melebarkan kakinya sehingga vaginanya semakin terbuka lebar. Tanpa menunggu lama lagi akupun mulai memainkan dan menjilat vaginannya terutama dibagian daging menonjol di dalam vaginannya.
“Ah… Ooooohhhh…. Enak mas,
Uuuhhh…..jilat terus mas” Julia mendesah semakin kuat, goyangan badannya
semakin terasa.
“Ooooohhh…. Mas…. Aku pingin penismu, mmmhhh….. Please….”
Mendengar permintaanya tersebut aku membaringkan tubuhku disebelah Julia sementara Julia langsung menindih tubuhku dengan posisi 69. Julia mengocok penisku yang semakin lama semakin tegang. “Ooohhh….. Sayang enak banget” lenguh-ku merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Tidak lama kemudian aku merasakan penisku terasa hangat. Ternyata Julia sudah mengulum penisku ke dalam mulutnya. Julia mengulum penisku dengan ritme yang pelan tetapi terasa sekali pergesekan penisku dengan dinding-dinding mulutnya.
Aku yang tidak mau kalah mulai menjilati vagina Julia dengan sedikit bantuan dari tanganku yang mencoba mengocok vaginanya. “Uuuhhh… mas … enak mas…. Terus jilati klitorisku mas” erang Julia begitu melepas penisku dari mulutnya.
Kurang lebih 10 menit kemudian, “Uuuhhh…. Mas…. Sedikit lagi mas…. Aku mau keluar….”
“Tahan….. sayang, aku ……juga mau…… keluar…….” Balasku. Jilatan serta kocokanku didalam vaginanya semakin lama semakin cepat, begitupun kuluman Julia pada penisku. Dan tidak lama kemudian aku merasakan tubuh Julia menegang dan vaginannya yang mengalirkan cairan yang begitu banyak. Aku langsung meminum cairan orgasme Julia. Begitu terasa hangat dan nikmat. Ini adalah pertama kalinya aku meminum cairan orgasme wanita. Sebelumnya aku tidak pernah mau meminum cairan tersebut.
“Ooooohhh…. Mas…. Aku pingin penismu, mmmhhh….. Please….”
Mendengar permintaanya tersebut aku membaringkan tubuhku disebelah Julia sementara Julia langsung menindih tubuhku dengan posisi 69. Julia mengocok penisku yang semakin lama semakin tegang. “Ooohhh….. Sayang enak banget” lenguh-ku merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Tidak lama kemudian aku merasakan penisku terasa hangat. Ternyata Julia sudah mengulum penisku ke dalam mulutnya. Julia mengulum penisku dengan ritme yang pelan tetapi terasa sekali pergesekan penisku dengan dinding-dinding mulutnya.
Aku yang tidak mau kalah mulai menjilati vagina Julia dengan sedikit bantuan dari tanganku yang mencoba mengocok vaginanya. “Uuuhhh… mas … enak mas…. Terus jilati klitorisku mas” erang Julia begitu melepas penisku dari mulutnya.
Kurang lebih 10 menit kemudian, “Uuuhhh…. Mas…. Sedikit lagi mas…. Aku mau keluar….”
“Tahan….. sayang, aku ……juga mau…… keluar…….” Balasku. Jilatan serta kocokanku didalam vaginanya semakin lama semakin cepat, begitupun kuluman Julia pada penisku. Dan tidak lama kemudian aku merasakan tubuh Julia menegang dan vaginannya yang mengalirkan cairan yang begitu banyak. Aku langsung meminum cairan orgasme Julia. Begitu terasa hangat dan nikmat. Ini adalah pertama kalinya aku meminum cairan orgasme wanita. Sebelumnya aku tidak pernah mau meminum cairan tersebut.
Entah kenapa aku ingin merasakan
cairan orgasme Julia.
Julia masih mengulum penisku. Bahkan gerakannya makin tidak teratur. “Oooohhhh sayang… aku…. Keluar….. Aaahhhh……” Croooottt…. Croootttt….. Croooottttt….. Menyemburlas seluruh spermaku kedalam mulut Julia yang langsung di telannya sampai habis. Bahkan dia tidak langsung melepas penisku. Ditunggunya penisku sampai mengecil.
Julia masih mengulum penisku. Bahkan gerakannya makin tidak teratur. “Oooohhhh sayang… aku…. Keluar….. Aaahhhh……” Croooottt…. Croootttt….. Croooottttt….. Menyemburlas seluruh spermaku kedalam mulut Julia yang langsung di telannya sampai habis. Bahkan dia tidak langsung melepas penisku. Ditunggunya penisku sampai mengecil.
“Wooww…… kamu benar-benar hebat
sayang. Aku belum pernah ngalami orgasme seperti ini”
Julia hanya tersenyum hambar ke arahku.
“Ada apa sih sayang ? “ tanyaku heran kepada Julia. Aku memluk tubuh telanjangnya dari belakang.
“Mas. Kita seharusnya nggak ngelakuin ini”
“Kenapa sayang ?”
“Mas Joe kan kakakku. Apa jadinya kalau orang tau apa yang sudah kita perbuat. Apalagi kalau mama dan papa tau”
“Kamu nggak usah khawatir. Nggak akan ada yang tau kalau kita nggak beri tau mereka. Memang aku adalah kakakmu, tetapi kita nggak ada hubungan darah. Aku adalah kakakmu hanya karena status bukan hubungan darah. Dan sebenarnya aku sudah jatuh cinta sama kamu waktu kamu datang ke sini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa memelukmu, menciummu dan mendekapmu dengan mesra. Karena kau adikku. Aku hanya bisa memendam, dan melampiaskan kepada teman-teman wanitaku. Bahkan ketika kau bersetubuh dengan pacarmu, ada perasaan cemburu dalam diriku” Kataku menjelaskan secara jujur kepada Julia.
Julia hanya tersenyum hambar ke arahku.
“Ada apa sih sayang ? “ tanyaku heran kepada Julia. Aku memluk tubuh telanjangnya dari belakang.
“Mas. Kita seharusnya nggak ngelakuin ini”
“Kenapa sayang ?”
“Mas Joe kan kakakku. Apa jadinya kalau orang tau apa yang sudah kita perbuat. Apalagi kalau mama dan papa tau”
“Kamu nggak usah khawatir. Nggak akan ada yang tau kalau kita nggak beri tau mereka. Memang aku adalah kakakmu, tetapi kita nggak ada hubungan darah. Aku adalah kakakmu hanya karena status bukan hubungan darah. Dan sebenarnya aku sudah jatuh cinta sama kamu waktu kamu datang ke sini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa memelukmu, menciummu dan mendekapmu dengan mesra. Karena kau adikku. Aku hanya bisa memendam, dan melampiaskan kepada teman-teman wanitaku. Bahkan ketika kau bersetubuh dengan pacarmu, ada perasaan cemburu dalam diriku” Kataku menjelaskan secara jujur kepada Julia.
Julia terlihat sedikit terkejut akan
pengakuanku. “Mas Joe cinta sama aku ?”
“Sangat”
“Sangat”
Dia terdiam sejenak, kemudian dia
berkata “Kenapa mas Joe ngak bilang dari dulu. Aku sebenarnya juga cinta sama
mas Joe sejak dari kecil. Aku mengagumi sifat mas Joe yang begitu sayang sama
aku. Aku jadi begini juga karena aku nggak mungkin bisa jadi pacar mas Joe.
Karena aku takut kalau aku ungkapkan mas Joe menolak aku karena aku adik mas
Joe, terus sikap mas Joe berubah padaku”
Aku yang mendengar hal itu gantian
terkejut. Rasanya nggak percaya kalau sebenarnya Julia sudah mencintaiku sejak
kami masih kecil.
“Ya sudah. Kalau begitu nggak ada masalahkan. Biar kita simpan hubungan kita ini dari orang lain. Sekarang ayo kita lanjutkan acara kita. Hehehe….”
“Iiihhh…. Udah nggak tahan ya mas”
“Mana ada laki-laki yang tahan lihat bidadari telanjang seperti kamu”
“Ya sudah. Kalau begitu nggak ada masalahkan. Biar kita simpan hubungan kita ini dari orang lain. Sekarang ayo kita lanjutkan acara kita. Hehehe….”
“Iiihhh…. Udah nggak tahan ya mas”
“Mana ada laki-laki yang tahan lihat bidadari telanjang seperti kamu”
Kembali aku menindih tubuh indah
Julia. Aku cium kembali kedua buah payudara Julia sambil sesekali menyentil
putingnya dengan lidahku. Setelah puas bermain dikedua payudaranya aku
menurunkan posisiku ke bawah Julia sehingga berada kembali di depan vaginanya.
Akupun mulai menjilati dan menciumi vagina dengan buasnya, kujilati semua
permukaan vagina Julia dengan liarnya. Julia pun hanya bisa pasrah dan
menikmati seranganku, kakinya semakin dibuka dengan lebar. Kuarahkan lidahku ke
klitoris Julia, kumainkan dan kuputar – putar ujung lidahku dengan cepat pada
klitoris Julia, Julia mendesah dan menggoyangkan pinggulnya, kedua kakinya kini
bergantung di bahuku.
Desahan Julia semakin kuat dan
sering, kumainkan lidahku, kujilat pula lubang vaginanya, lalu kembali ke
klitorisnya. Jarikupun tak ketinggalan ikut beraksi, kutusukkan jari tengahku
ke lubang vagina Julia, dan Julia makin merasa nikmat dengan permainan lidahku
dan juga sodokan jariku pada lubang vaginanya, tangannya pun meremas – remas
dan menjambak rambutku. Sesekali tangan Julia memainkan payudaranya, menghisap
putingnya. Cukup lama aku menggarap vagina Julia dengan lidah dan jariku.
“Ooouuuhhhh….. mas….. masukin penismu dong” pinta Julia yang sudah tidak tahan
segera memulai pertarungan ranjang pertamanya bersama denganku.
Tanpa menunggu waktu lagi segera aku
posisikan penisku ke depan gerbang surga milik Julia. “Mas Joe, pelan-pelan ya.
Soalnya aku belum pernah kemasukan benda besar seperti punya mas Joe”
“Tentu sayang. Mas akan pelan-pelan kok”
“Tentu sayang. Mas akan pelan-pelan kok”
Aku menempelkan kepala penisku di
bibir vagina Julia dan sedikit-demi sedikit aku mulai memasukan penisku ke
dalam vagina Julia. Entah penisku yang besar atau vagina Julia yang kecil,
terasa sekali gesekan dinding kemaluan Julia ke penisku sehingga aku merasakan
kenikmatan surga dunia. Perlahan kepala penisku menerobos ke dalam lubang
vagina nikmat milik Julia.Tubuh Julia agak bergetar saat penisku menerobos
masuk. Kembali Julia melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan,
hingga batang penisku masuk seluruhnya ke dalam lubang vagina Julia.
“Aaahhhh…..” bersamaan kami mengerang ketuika penisku menghantam dinding rahim
Julia. Saat penisku berada di dalam vagina Julia, rasanya sangat nyaman, hangat
dan berdeyut – denyut dengan nikmatnya. Aku belum pernah merasakan kenikmatan
seperti ini dengan pacar-pacarku terdahulu.
Akupun mulai menggerakkan pantatku
naik dan turun. peniskupun mulai memompa dengan nikmatnya di dalam vagina
Julia. Sungguh teramat sangat nikmat. Kulakukan dengan perlahan – lahan, tidak
tergesa – gesa, sekali – kali bibirku mencium bibir tiptis Julia dengan lembut
dan penuh gairah. Kulihat payudara Julia yang besar itu bergoyang – goyang
seiring pompaan penisku di dalam vaginanya. Sungguh enak dilihat, satu
tangankupun mulai meremas – remas dan memainkan putingnya, sekali – kali
kuhisap dan kujilati. Cukup lama juga aku memompa penisku, Julia mulai mendesah
– desah, dan menggoyang – goyangkan pinggulnya…
“Aaahhh…. Aaaahhhh…. Terus mas. Enak
banget penismu mas. Uuuhh…. Uuuhhh….Ini penis ternikmat yang pernah Julia
rasakan. Aaaahhhh…..”
“Vaginamu juga nikmat Julia….. sempit dan enak”
Sekitar sepuluh menit kemudian,”Oouuhhhh….. Mas…. Julia mau keluar nih. Aaahh.. Aaahh…. Aaaahhhh…….” Erang panjang Julia menyambut orgasmenya kembali. Kurasakan Vagina Julia menyemburkan cairan hangat ke penisku, Julia nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya
“Vaginamu juga nikmat Julia….. sempit dan enak”
Sekitar sepuluh menit kemudian,”Oouuhhhh….. Mas…. Julia mau keluar nih. Aaahh.. Aaahh…. Aaaahhhh…….” Erang panjang Julia menyambut orgasmenya kembali. Kurasakan Vagina Julia menyemburkan cairan hangat ke penisku, Julia nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya
“Mas Joe hebat juga ya aku sudah dua
kali keluar tapi mas Joe baru sekali”
“Kamu juga hebat kok. Vaginamu begitu sempit. Pokonya nikmat banget bersetubuh sama kamu”
Aku kembali memeluk tubuh telanjang Julia yang telah penuh dengan keringat pertempuran kami dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
“Mas, jangan tinggalin Julia ya. Julia nggak tau bakalan seperti apa Julia tanpa mas Joe”
“Iya sayang, Aku nggak akan meninggalkanmu. Mas cinta banget sama Julia. Apalagi vaginamu begitu nikmat. Sayang sekali kalau ditinggal. Hehehe….”
“Penis mas Joe juga enak. Besar dan panjang. Aku sepertinya juga akan ketagihan bersetunuh sama mas Joe”
“Kamu juga hebat kok. Vaginamu begitu sempit. Pokonya nikmat banget bersetubuh sama kamu”
Aku kembali memeluk tubuh telanjang Julia yang telah penuh dengan keringat pertempuran kami dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
“Mas, jangan tinggalin Julia ya. Julia nggak tau bakalan seperti apa Julia tanpa mas Joe”
“Iya sayang, Aku nggak akan meninggalkanmu. Mas cinta banget sama Julia. Apalagi vaginamu begitu nikmat. Sayang sekali kalau ditinggal. Hehehe….”
“Penis mas Joe juga enak. Besar dan panjang. Aku sepertinya juga akan ketagihan bersetunuh sama mas Joe”
“Kalau begitu tunggu apa lagi”
Jawabku langsung kembali mencium bibirnya kembali. Setiap memulai percumbuan
aku selalu memulainya denga ciuman-ciuman. Sebab kebanyakan wanita akan gampang
terlena jika diberi banyak ciuman.
Ciumanku menuju kearah telinga kanan
Julia. Disana aku kulum daun telinga Julia sambil sesekali aku masukan lidahku
ke dalam lubang telinganya. Julia bereaksi dengan menggeliatkan tubuhnya dan
mendesah-desah. Kembali menurunkan tubuhku untuk mengerjai vaginannya. Terus
terang aku benar-benar terangsang dengan vaginanya yang gundul. Selama ini
tidak satupun dari pacar-pacarku yang mau mencukur bulu kemaluannya. Aku
kembali menciumi vaginanya dengan sangat rakus.
Aku permainkan vaginanya dengan
lidah dan jari-jariku. Aku terus kocok lubang vaginannya dengan jari-jariku
sementara klitorisnya menjadi mainan lidahku.
“Aaahhh… Aaahhh… Mas…. Nikamat…..
Terus mas. Mainin Klitorisku….Uuuhhhh….. Kocok yang cepat mas…. Ahhhhh…..”
Aku seakan mendapat dorongan semangat semakin mempercepat kocokan tanganku pada lubang vaginanya dan jilatanku pada klitorisnya pun semakin liar. Bahkan terkadang klitorisnya aku kulum dan hisap sekuat-kuatnya. Ini menyebabkan tubuh Julia menggeliat tidak beraturan,
Aku seakan mendapat dorongan semangat semakin mempercepat kocokan tanganku pada lubang vaginanya dan jilatanku pada klitorisnya pun semakin liar. Bahkan terkadang klitorisnya aku kulum dan hisap sekuat-kuatnya. Ini menyebabkan tubuh Julia menggeliat tidak beraturan,
“Ooooouuuhhh….. mas…. Aku…..
kelll…luaaarrr…. Aaaaahhhh……..” Jerit Julia membahana di dalam kamar. Aku
merasakan kembali semprotan cairan orgasme Julia. Tubuh Julia melemas dan
tampak nafasnya seperti mau putus. Aku membiarkan Julia menikmati orgasmenya
kembali.
Setelah kurang lebih 10 menit mengatur nafas , aku menyuruh Julia untuk menungging. Julia tau kalau aku ingin bersetubuh dengan gaya anjing (Doggy Style). DIa menuruti keinginanku karena dia ingin aku juga merasakan kenikmatan seperti apa yang dia rasakan.
Setelah kurang lebih 10 menit mengatur nafas , aku menyuruh Julia untuk menungging. Julia tau kalau aku ingin bersetubuh dengan gaya anjing (Doggy Style). DIa menuruti keinginanku karena dia ingin aku juga merasakan kenikmatan seperti apa yang dia rasakan.
Aku menciumi telinga kiri Julia yang
belum sempat mendapat jamahan selama persetubuhan kami kemudian merambat ke
bagian leher belakang Julia. “Aaahhh…. Mas. Kamu romantis banget. Aku belum
pernah diperlakukan seromantis ini oleh cowok manapun”. Ciumanku turun melalui
punggungnya semakin lama semakin trurn hingga wajahku berada di depan dua buah
pantat montoknya. Pantanya begitu bulat dan montok sehingga membuatku
benar-benar gemas. Aku cium pantatnya dengan sedikit sedotan dan gigitan
sehingga meninggalkan bercak merah pada pantatnya.
Setelah puas menikmati pantat montok
Julia. Aku memposisikan tubuhku dibelakang Julia untuk memulai pertarunagn kami
selanjutnya. perlahan aku maju, mula – mula tanganku mulai memegang kedua paha
Julia, lalu tanganku mulai melebarkan paha Julia, kuarahkan penisku secara
perlahan, perlahan tapi pasti kepala penisku mulai memasuki vagina Julia. Julia
mulai mendesah, akupun mulai menekankan pantatku ke depan, kini peniskupun
mulai masuk, Julia mulai mendesah, akhirnya peniskupun masuk seluruhnya ke
dalam vagina Julia, segera saja aku mulai memompanya, dengan gerakan maju
mundur yang berirama,
sementara tanganku bergantian
meremas – remas payudara Julia yang bergoyang menggemaskan, kurasakan penisku
berdenyut nikmat, vagina Julia memang nikmat, penisku terasa dijepit kuat,
karena lubang yang sempit, setiap kali penisku maju mundur terasa seperti
diremas dan dipijat dengan kuat…ah akupun mulai mempercepat goyanganku….Julia
juga menimpali dengan ikut menggoyangkan pantatnya yang besar dan seksi itu,
kenikmatan yang kami rasakan sungguh luar biasa.
Setelah berapa lama, sambil tetap
dengan posisi penisku di dalam vaginanya, tanpa mencabutnya, aku mulai menarik
Julia. Aku segera memeluk Julia dari belakang dan perlahan duduk sambil menarik
Julia ke pangkuanku.
Kini Julia mulai bergerak memainkan
pantatnya, penisku terasa nikmat sekali, tanganku mulai meremas – remas
payudara Julia. Plook…plookk….plook….semakin nyaring terdengar suara penisku
yang sedang memompa dalam vagina Julia yang sudah basah tersebut. “Ooohh…
Ooohhh… Terus mas… Setubuhi aku… Aku milik mas Joe…. Uuuuhhh….” Rintihan Julia
semakin membakar semangatku. akupun segera memainkan penisku dengan ganas,
sambil berciuman denga Julia dari belakang. mulut Julia mulai mendesah dengan
cepat, pantatnya ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokan penisku….Tangan
Juliapun meraih tanganku, mengarahkannya agar aku memainkan puting payudaranya,
sementara tangan Julia yang satu lagi mulai memainkan klitorisnya.
Kurang lebih 10 menit kemudian,
Julia orgasme kembali. Tubuhnya langsung lemas merasakan kelelahan yang teramat
sangat. Aku pun menindih tubuhnya dari belakang. Setelah Mengatur nafas kembali
aku merebahkan tubuhku disebelah kiri Julia.
“Mas Joe kok kuat sih. Pantesan
cewek-ceweknya banyak yang ketagihan” puji Julia.
“Ah, nggak juga. Soalnya tubuhmu indah dan nikmat banget, jadinya sayang kalau buru-buru keluar. Aku masih ingin terus menggeluti tubuhmu sayang”
“Kalau begitu sekarang biar aku yang puasin mas Joe” jawab Julia sambil merebahkan dirinya diatasku. Sekarang giliran Julia yang ambil kendali. Diciumnya bibirku dengan penuh nafsu dan gairah yang tak pernah padam. Ciuman turun ke dadaku dan semakin turun hingga penisku berada di depan matanya. “Ini dia benda yang bikin aku ketagihan” kata Julia.
“Ah, nggak juga. Soalnya tubuhmu indah dan nikmat banget, jadinya sayang kalau buru-buru keluar. Aku masih ingin terus menggeluti tubuhmu sayang”
“Kalau begitu sekarang biar aku yang puasin mas Joe” jawab Julia sambil merebahkan dirinya diatasku. Sekarang giliran Julia yang ambil kendali. Diciumnya bibirku dengan penuh nafsu dan gairah yang tak pernah padam. Ciuman turun ke dadaku dan semakin turun hingga penisku berada di depan matanya. “Ini dia benda yang bikin aku ketagihan” kata Julia.
Julia mulai memainkan penisku dengan
tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut – ngurut
kepala penisku dengan lembut. Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya.
Lalu Julia mulai mendekatkan mulutnya ke arah penisku. Kurasakan rasa nikmat
yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala penisku. Seluruh tubuhku
rasanya lemas tak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti penisku mulai masuk ke
dalam mulut Julia. Nikmat rasanya saat Julia mengulum, menghisap penisku, juga
saat lidahnya menjilati kepala dan batang penisku. Rasanya tidak bisa
kupercaya, penisku bisa masuk ke dalam mulut Julia yang mungil dan sensual itu,
lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh penisku.
Tangan Julia juga mengelus – ngelus
bijiku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah Julia mengulum dan
menjilati bijiku. Service Julia yang enak ini benar – benar membuatku kelojotan
dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa
ini. Sambil mengulum penisku, sesekali Julia menatapku. Sungguh luar biasa
sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan
oral seks.
Aku mengambil posisi dudu agar aku dapat melihat lebih jelas penisku yang keluar-masuk mulut mungil Julia. Ahh… pemandangan yang benar-benar indah. Tanganku memegang kepala Julia untuk membantunya mengatur ritme kulumannya.
Aku mengambil posisi dudu agar aku dapat melihat lebih jelas penisku yang keluar-masuk mulut mungil Julia. Ahh… pemandangan yang benar-benar indah. Tanganku memegang kepala Julia untuk membantunya mengatur ritme kulumannya.
“Sekarang waktunya pertunjukan utama.
Hehehe” Kata Julia sambil tangannya memegang penisku, ke dalam surga
kenikmatan. kakinya dibuka lebar – lebar, perlahan sambil duduk diarahkannya
lubang vaginanya ke arah penisku yang sudah berdiri tegang itu…Jleb…ah
nikmatnya. Juliapun segera menggoyangkan pantatnya, naik turun, tangankupun
mulai meremas – remas dan memainkan payudaranya. Kuciumi dan kujilati leher dan
bibir Julia, Julia mengelinjang kegelian. Gerakan Julia semakin cepat, memompa
penisku dengan kuat, tangankupun tak ketinggalan menggosok – gosok dan
memainkan bagian atas vaginanya. Julia menyandarkan kepalanya ke arahku.
Desahan nafas kami makin cepat dan bunyi penisku yang sedang menggarap vagina
Julia terdengar jelas…Plookk…Plookk…semakin menambah nafsu kami.
“Aahh… Aahh… Mas… Enak…. Ba…nget.
Oya….. Setubuih aku….. Ooohhh…. Mas Joe…… Jantan….. Mas Joe …. Perkasa…… Aku
ketagihan bersetubuh sama mas…… Aaahhh……” Erang Julia merasakan kenikmatan yang
tiada duanya
“Oooohhh….. Mas….. Julia….. Cinta….. Mas Joe….. Ooohhh…. Terus mas”
Tidak berapa lama tubuh Julia mengejang, nampaknya Julia mengalami orgasme lagi, akupun juga merasakan peniskupun sudah berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut menggoyangkan pantatku dengan cepat, mata Julia kulihat merem melek keenakkan.
“Julia…. Mas…. Mau….. keluar……”
“Yeeesss….. aklhirnya…… keluarin aja mas….. Aku ingin spermamu….. Aaahhhh”
“Julia……. aku…. nggak…. tahan…. Lagi….. Aaaaaahhhhh…….”Croot…Croottt…Croooottt……
“Oooohhh….. Mas….. Julia….. Cinta….. Mas Joe….. Ooohhh…. Terus mas”
Tidak berapa lama tubuh Julia mengejang, nampaknya Julia mengalami orgasme lagi, akupun juga merasakan peniskupun sudah berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut menggoyangkan pantatku dengan cepat, mata Julia kulihat merem melek keenakkan.
“Julia…. Mas…. Mau….. keluar……”
“Yeeesss….. aklhirnya…… keluarin aja mas….. Aku ingin spermamu….. Aaahhhh”
“Julia……. aku…. nggak…. tahan…. Lagi….. Aaaaaahhhhh…….”Croot…Croottt…Croooottt……
cairan sperma menyembur dengan kuat
ke vagina Julia, kuremas payudara dengan kuat…Aahhh sungguh nikmat yang tiada
duanya. Aku dan Julia terdiam sesaat, bibir kami berciuman dengan mesra….
“Mas Joe. Aku benar-benar ketagihan
nih. Mas Joe harus tanggung jawab”
“Iya sayang mas Joe akan tanggung jawab. Tapi kita istirahat dulu ya. Nanti lanjut lagi” kata ku berusaha menyabarkan Julia yang sudah naik lagi nafsunya. Ketika aku melihat jam yang ada di kamar aku cukup terkejut karena sudah menunjukan jam 10 malam itu berarti sudah lebih dari 3 jam kami bersetubuh. Wow kuat juga Julia. BIasanya cewek-ku cuka mampu satu jam setelah itu sudah kelenger.
“Iya sayang mas Joe akan tanggung jawab. Tapi kita istirahat dulu ya. Nanti lanjut lagi” kata ku berusaha menyabarkan Julia yang sudah naik lagi nafsunya. Ketika aku melihat jam yang ada di kamar aku cukup terkejut karena sudah menunjukan jam 10 malam itu berarti sudah lebih dari 3 jam kami bersetubuh. Wow kuat juga Julia. BIasanya cewek-ku cuka mampu satu jam setelah itu sudah kelenger.
Aku terlelap dalam mimpi yang indah
sampai aku merasakan ada yang geli dibagian penisku. Ketika aku membuka mata
tampak Julia sedang menjilati batang penisku. Mendapat reaksi seperti itu
nafsuku kembali memuncak. Dan malam itu kami melakukankembali pertarungan
birahi sampai aku keluar 3 kali dan entah berapa kali Julia orgasme. Kami
benar-benar kelelahan sampai aku terlambat untuk berangkat kerja pada pagi
harinya.
Akhirnya kami memutuskan untuk
melakukan pertempuran birahi selama seminggu penuh. Aku pun menyetujuinya dan
aku langsung menghubungi kantor untuk meminta ijin cuti selama seminggu
Selama seminggu penuh tersebut kami terus melakukan hubungan sex dimanapun dan kapanpun kami mau.
Selama seminggu penuh tersebut kami terus melakukan hubungan sex dimanapun dan kapanpun kami mau.
Bahkan kami tidak pernah memakai
pakaian, maksimal hanya CD yang kami pakai sebagai penutup tubuh kami. Dan
dress code ini berlanjut sampai setelah acara seminggu penuh birahi itu
berakhir. Jadi jika aku pulang kerja maka aku harus melepaskan semua pakaian
dan hanya menyisakan sebuah CD. Hanya jika da kerabat atau orang tua atau
bahkan teman-teman kami, kami baru berpakaian lengkap dan sopan.
Kehidupan yang kami jalani penuh
dengan gairah. Setiap saat, setiap waktu kami selalu melakukan hubungan sex.
Entah aku atau Julia yang meminta terlebih dahulu. Pernah suatu ketiak Julia
sedang berada di dapur untuk mencuci sayuran yang akan dimasak untuk makan
malam dengan tubuh telanjang dan hanya ditutupi apron pada bagian depannya.
Aku yang melihat kondisi Julia yang
seperti itu mwmbuat gairahku memuncak. Aku memeluk tubuhnya dari belakang dan
mencium leher indahnya. Tanganku meluncur ke dalam apron dan menuju ke
payudranya yang besar. Aku remas payudar besar itu dengan penuh gairah.
“Aaahhh…. Sabar mas. Nanti nggak matang-matang lo makanannya” kata Julia
mengingatkan.
Tapi aku yang telah bernafsu tidak
menghiraukan. Bahkan aku lepas CD ku dan menarik pantat Julia kebalakang
sehingga pantat Julia menungging kebelakang sementara tangannya berpegang pada
tempat cucian. Aku memasukan penisku ke vagina Julia dari belakang. Aku memompa
penisku maju mundur, keluar-masuk vaginanya.
Sekitar 10 menit kemudian kami
mencapai puncak orgasme bersama-sama. Aku menyemprotkan spermaku ke dalam
vaginanya. Selama berhubungan aku selalu meyemprotkan spermaku ke vaginanya
karena baik aku maupun Julia sangat suka merasakan spermaku yang menyemprot ke
dalam vaginanya. Dan untuk mencegah terjadinya kehamilan Aku menyarankan kepada
Julia untuk memekai Spiral dan tetap meminum pil anti hamil.
Hubungan kami dengan kedua orang tua
kami masih terjalin sangat baik. Ayahku dan ibu tiriku sangat senang melihat
keakraban kami. Yang semakin hari semakin akrab. Padahal mereka tidak tau apa
yang menyebabakan keakraban diantara kami. Apalagi kalau bukan sex. Hubungan
kami dengan para tetangga aparteman juga masih terjalin sangat baik. Mereka
masih menganggap kami adik-kakak yang harmonis. Mereka tidak tau bahwa setiap
hari di apartemen sebelahnya selalu terjadi pertempuran birahi antara kakak
beradik.
Aku masih tinggal di apartement
walaupun aku telah membeli rumah dengan tabunganku sendiri karena rumah itu
akan aku gunakan untuk nanti kehidupanku setelah menikah dengan Julia.
Setelahg Julia lulus akhirnya aku
memantapkan hati untuk melamarnya menjadi istriku. Aku tau pasti orangtua kami
tidak merestui, tapi kami tetap menikah dengan hanya mengundang beberapa saksi.
Tetapi seminggu kemudian saat acara resepsi kami dikejutkan dengan hadirnya
kedua orang tua kami.
Mereka akhirnya merestui hubungan
kami. Kami sangat terharu ketika mendengar bahwa kami telah direstui. Sekarang
aku tinggal dirumah kecil yang telah aku beli sebelumnya bersama dengan istriku
yang juga adalah adik tiriku.

0 komentar:
Posting Komentar