Minggu, 16 Maret 2014
09.53
HOTEL BALI
Unknown
No comments
Hari itu aku dapat voucher menginap di sebuah
hotel di Bali. Tadinya aku ingin mengajak teman-temanku. Tapi aku
berpikir mungkin aku ingin sendiri dulu. Aku suka memakai bra yang
mendorong dadaku naik. Sampai dadaku terlihat lebih besar. Aku
juga suka mengenakan rok pendek dan G string. Hari itu aku mengenakan
rok yang sangat pendek hanya sepantat. Dan aku memakai kaos ketat
berwarna putih dengan bra yang membuat dadaku sehingga terlihat lebih
besar. Saat di toilet sebelum check in, aku sadar bahwa dadaku akan
tampak lebih indah bila tidak dibungkus bra. Maka aku lepas braku hingga
para tamu melihat padaku karena aku cantik, sexy dan tinggi seperti
model-model porno yang mereka lihat di majalah. Hari itu sangat panas.
Aku merasa sangat horny. Ketika masuk ke kamar, aku langsung membuka
jendela balkon. Kulihat, di sana langsung menghadap pantai, beberapa
kelompok orang sedang berdiri memandang ke hotel arahku. Lalu aku
bertambah horny. Aku membuka kausku begitu saja, duduk di balkon
kamarku. Mata-mata mereka memandangi dadaku yang telanjang dan mencuat
itu. Aku berniat memanas-manasi mereka sambil pura-pura tidak peduli.
Aku meraba dadaku dan mencubit putingnya. Aku merasakan sensasi
menggelitik. Mungkin karena aku sedang ditonton, juga karena memang aku
sedang horny. Aku membelai perutku dan menurunkan sedikit rokku.
Mengelus-elus paha dan pangkal pahaku sementara tatapan mereka semakin
nyalang. Aku pura-pura tidak melihat dan tenggelam dalam duniaku
sendiri. Aku menyusupkan tanganku ke dalam rok dan mengusap-usap
vaginaku yang mulai basah. Lalu aku mengeluarkan tanganku dan
menghisapnya. Kemudian aku menungging di atas kursi dan
menggosok-gosokan dadaku di kursi seperti kucing, lalu menggosok-gosokan
vaginaku di lengan kursi. Seakan aku juga terjebak dalam permainanku
sendiri, aku menyambar handuk dan menutupi dadaku. Lalu aku menurunkan
rokku dengan dramatis, agar mereka bisa melihat pantatku yang indah. Aku
sengaja lebih menungging lagi agar mereka bisa melihat vaginaku dari
belakang. Aku merasa penontonku semakin banyak. Aku semakin berani.
Kunaikkan kakiku di atas pagar balkon dan duduk di kursi dengan handuk
menutupi dadaku. Lalu aku merentangkan kakiku selebar-lebarnya dan
mengusap-usap klitorisku. Seluruh tubuhku menggelinjang keenakan dan aku
melenguh. Semakin lama aku menggosok vaginaku semakin cepat. Sentuhan
di benjolan itu membuat tubuhku menggila. Aku berusaha menahan agar aku
tidak cepat-cepat orgasme. Aku menggosoknya lebih pelan dan agak turun
intensitasnya. Lalu kupercepat lagi. Aku hampir menjerit saking
nikmatnya. Lalu aku membuka vaginaku dengan tangan kanan dan tangan
kiriku masih menggosok vaginaku dengan penuh nafsu. Aku hampir orgasme.
Aku benar-benar menjerit keenakan. Kulihat mereka terbengong dengan
penuh nafsu. Dan aku pun akhirnya orgasme. Aku merentangkan kakiku
semakin lebar dan kumasukkan tiga jari sekaligus ke liang vaginaku.
Kukeluarmasukkan di permukaannya karena aku takut menerobos
keperawananku. Aku menutup mata dalam posisi jari dalam vagina. Beberapa
saat kemudian, aku mengusap vaginaku lagi, kali ini dengan tangan
meraba-raba dadaku sehingga handukku pun terjatuh. Aku
menggosok-gosoknya sampai aku terduduk lemas saking enaknya. Lalu aku
menjilat jari-jariku dengan tatapan nakal. Mereka akhirnya tersadar
bahwa aku melakukannya dengan sengaja. Tapi aku tidak peduli. Mereka
bertepuk tangan. Lalu aku berjalan masuk padahal aku semakin terangsang.
Aku bermasturbasi dalam kamar sekali lagi. Hari itu sangat luar biasa
bagiku. Pada hari kedua, aku pergi ke kafe sendirian. Aku sedang dalam
nafsu tinggi karena kemarin. Aku memakai rok mini dan bikini tipis yang
menunjukkan jelas putingku. Aku tidak memakai celana dalam. Di kafe itu,
lampunya cukup remang. Kemudian seorang cowok mendekatiku "Mbak,
sendirian?" tanyanya. Kulihat tampangnya lumayan. Aku tersenyum dan
bergeser untuknya. Ia terus melihat pada dadaku yang menjulang.
Kukatakan padanya dengan blak-blakan .. "kuizinkan kamu melakukan oral
sex padaku. Tapi kita harus melakukannya di sini. "Kataku. "Di sini?",
tanyanya sambil melihat ke sekeliling kafe remang itu. "Takut?"
tantangku. Dia menggeleng. Ia melumat bibirku sementara tangannya
menjelajahi buah dadaku. "Gue bener-bener beruntung! Lanjutinnya dimana?
" "Nggak ada lanjutin. Aku cuma mau kamu ngoral aku. "Kataku. Ia
berhenti sejenak. "bagianku?" "Mau nggak?" tanyaku menuntun tangannya
menyusup di balik rok dan menyentuh vaginaku yang basah. Ia menggigit
putingku dari luar bikini. Aku menggelinjang dan mulai bersandar santai
di sofa. Ia meremas-remas dadaku sementara tanganku bermasturbasi
sendiri. Aku menjerit kecil sehingga mata-mata nakal mulai melihat. Aku
bertambah basah. Dia melepaskan bikiniku dan melumat dadaku sementara
aku memangkunya. Aku merasakan penisnya menegang. Ia melumatku semakin
dahsyat dan aku menjerit lagi. Ia lalu menyusupkan tangannya ke dalam
celana dalamku dan menggosok naik turun vaginaku. Aku terkikik antara
geli dan nikmat. Ia berjongkok dan kuturunkan rokku ketika aku masih
berdiri dengan dada telanjang. Pandangan mesum mengarah padaku tapi aku
tidak peduli. Mukanya telah menghadap tepat pada vaginaku yang kubuka
lebar. Saat lidahnya menjilat, aku merasakan sensasi luar biasa. Tubuhku
menggelinjang nikmat. Ia menjilat sambil jarinya terus menggosok
vaginaku. Aku menjerit-jerit. Lalu jarinya dimasukkan ke dalam vaginaku.
Sakit rasanya. Aku takut kehilangan keperawananku. "Aku masih perawan."
ujarku. Ia tertawa. Sebagai balasannya, ia menggigit kecil klitorisku
hingga aku menjerit. "Tenang aja" jawabnya. Lalu ia memasukkan jarinya
pelan-pelan. Rasanya aneh. Lalu ia memutar-mutar jari-jarinya di dalam
vaginaku. Aku mulai merasakan nikmatnya. Aku mengangkat pantatku dan
meminta lebih. Ia mulai mempercepat gerakan jarinya sambil juga menjilat
klitorisku. Sesekali digigitnya. Aku tidak tahu lagi aku dimana. Aku
hanya merasa nikmat. Mereka juga memandangiku. Aku begitu bahagia. Aku
orgasme. Aku benar-benar lemas. Tiga kali aku dibuatnya orgasme tanpa
harus melepas celana. Kemudian ia memakaikan rok dan bikiniku. Ia
melumat bibirku saat kami selesai. Ia berkata dengan nada lembut dan
nafas berderu .. "Aku mau lebih. Aku mau merawanin kamu. "Katanya. Aku
tersenyum "Nggak bisa." kataku. "Kenapa?" tanyanya. "Buat aku jatuh
cinta." kataku. Ia membuktikannya. Ia mengabulkan apa mauku. Kami
berulang kali bercinta di depan umum. Semakin hari semakin gila. Aku
tidak ingin pulang dibuatnya. Suatu hari kami bercinta di pantai. Di
lain hari kami bercinta di laut. Kami berkali-kali memotret diri sendiri
dan merekamnya untuk kami tonton sendiri ataupun untuk disebarkan. Saat
menontonnya sendiri ataupun menyaksikan orang lain yang menonton, kami
menjadi horny dan bercinta di mana saja selama belum diusir. Tapi
akhirnya aku meninggalkannya saat pulang ke kotaku. Aku masih lebih suka
mempertontonkan diri sendiri. Kali ini aku berani menggunakan vibrator.
***** Akhirnya aku bisa benar-benar jatuh cinta pada seseorang. Ia
adalah kakak temanku. Hari itu aku dan teman perempuanku sedang menonton
film porno di rumahnya. Kami sama-sama suka bermasturbasi. Saat itu
kami sedang bugil, lalu aku sadar bahwa kakaknya ada di kamar sebelah.
Lalu muncul ide gila ini. Kami akan melakukan adegan sex dengan pintu
terbuka. Saat itu orang tua temanku sedang tidak ada. Aku buru-buru
melepas pakaianku, tetapi masih memakai G String. Lalu aku duduk di
kursi kulit dan menghadap pintu. TV kami matikan. Temanku yang ternyata
biseks mulai menjelajahi dadaku. Rasanya aneh. Antara sesama wanita
rasanya begitu lembut walau aku tidak begitu horny dengannya. Lalu
jarinya menjelajah ke vaginaku. Lalu kakaknya keluar sampai ia terpaku
mendengar desahanku. Saat itu temanku sedang memasukkan vibrator dalam
vaginaku. Aku menggelinjang keenakan sambil menggosok-gosok klitorisku
sendiri. Temanku tertawa nakal. Lalu kakaknya masuk dalam kamarnya dan
membentak .. "Ngapain lo berdua?" Kami pura-pura terkejut. Ia
benar-benar marah pada adiknya. Tapi ia tidak marah padaku. Jadi
kutunjukkan saja lebih demonstratif untuknya. Aku mencabut vibrator dan
berjalan ke arahnya dengan telanjang bulat. Ia terpaku melihatku dengan
agak salah tingkah. Aku menciumnya. Ia tidak membalas. Tapi aku tidak
menyerah! Aku duduk di hadapannya dan menaikkan kakiku satu-satu.
Kurentangkan selebar-lebarnya. Ia terbelalak melihat vaginaku. Aku
bangga akan tubuhku. Aku bermasturbasi di hadapannya. Aku sangat
menyukainya. Ia membuatku lebih horny lagi. Ketika aku hampir memasukkan
vibrator, ia mendekatiku. Melumat bibirku dan turun sampai ke vaginaku.
Aku membuka pakaiannya. Kami sama-sama berdiri. Tadinya aku hampir
orgasme tetapi tidak jadi. "Aku suka kamu" kataku. Ia tidak bereaksi. Ia
menciumi tengkukku dan tangannya menggerayangi tubuhku. Aku menidurinya
dan memegang penisnya yang mengeras. Temanku keluar sambil tersenyum
padaku. Aku mengocok penisnya dan menjilatinya. Sesekali menggigit
kepalanya. Ia mengerang. Lalu aku menggosok-gosok penisnya pada
vaginaku. penisnya cukup besar hingga aku agak takut dan terus
melumatnya. Semakin lama aku semakin menikmatinya. Rasanya seru. Aku
terus menjilat dan berusaha memasukkan penisnya dalam mulutku. Aku
menggigit-gigitnya dan sesekali memainkan zakarnya. Ia mengerang
keenakan sampai akhirnya ia orgasme. Aku menelan semua spermanya. Aku
tertawa senang. Lalu ia balik menerkamku. Vaginaku habis dijilat dan
digigitinya. Ia bagaikan singa gila. Dan dia adalah pria paling hebat
dalam melakukan oral sex yang kutahu selama ini. Aku orgasme sampai
empat kali! Dia lalu memasukkan penisnya dalam vaginaku. Aku dan dia
sama-sama mendesah-desah keenakan. Aku merasakan denyutan di vaginaku
semakin kuat hingga aku menjerit keenakan. Sementara dia juga sesekali
menjerit. Kami benar-benar gila. Sesekali ketika aku mengatakan akan
orgasme, ia berhenti dan mengganti posisi. Aku benar-benar lemas dia
buat. Ini hebat sekali dalam bercinta. Ketika akhirnya aku dan dia
sama-sama orgasme, itu adalah orgasme yang paling yang pernah kurasakan.
Aku takkan pernah melupakannya. Nikmatnya masih terasa setelah setengah
hari berlalu. Ketika mengingatnya, aku jadi sering bermasturbasi
sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar